MENULIS BERITA DALAM JURNALISTIK


 MENULIS BERITA DALAM JURNALISTIK

Oleh: Winaria Lubis, M.Pd.



Menulis berita merupakan suatu upaya menyampaikan sebuah informasi maupun kabar yang mengenai sesuatu kejadian atau hal dalam bentuk tertulis. Seorang penulis berita yang baik dapat menuliskan sebuah berita dengan lengkap dan komunikatif. Sehingga pembaca berita dapat memahami segala sesuatu yang disampaikan dalam berita tanpa kesulitan serta tanpa adanya kesalahan tafsir. Seorang penulis berita akan memilih mana peristiwa yang layak untuk dijadikan berita.

Hal tersebut bertujuan agar apa yang dituliskan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat maupun orang pembaca berita. Tentu dalam menulis berita harus dapat memilih berita yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

Dalam menulis berita berdasarkan susunan teks berita yang telah disusun dengan prinsip 5W+1H (What, Where, When, Who, Why, How) juga mengikuti kaidah jurnalistik.

Berita sudah menjadi konsumsi wajib bagi semua orang sebab dengan melalui berita bisa mendapatkan berbagai informasi baik itu mengenai peristiwa terbaru serta perkembangannya. Berita bisa didapatkan melalui media cetak, elektronik, internet, maupun sekadar dari mulut ke mulut. Ragam jenis berita yang bisa dibaca juga beragam yakni mulai dari ragam berita olahraga, ekonomi hingga politik, dll.

Tidak semua peritiswa maupun kejadian yang layak untuk dijadikan berita. Dalam menulis berita yang perlu diperhatikan okeh penulis berita yakni bagaimana menulis sebuah berita yang baik, menarik, serta sesuai aturan.

Saat ini perkembangan dunia jurnalistik mengalami perubahan yang sangat pesat mengikuti era digital yang semakin canggih. Seiring perkembangan zaman, kegiatan jurnalistik pun mengalami proses yang sangat dinamis dengan ditandai munculnya media digital dalam memudahkan penyampaian informasi dengan jangkauan yang lebih luas dan cepat.

Kemajuan  teknologi yang begitu pesat, selain menghasilkan informasi melalui radio dan televisi, juga telah merambah melalui lini media digital. Perkembangan tersebut tentunya memberikan kemudahan dalam penyampaian berita secara cepat dengan jangkauan yang luas, sehingga khalayak dapat langsung menerima informasi berita dengan cepat sesuai kejadian yang sedang terjadi saat itu. Seperti saat ini telah banyak portal web yang ada di Indonesia berisi berita dan artikel seperti detik.com, tribunnews.com, kompas.com, liputan6.com, merdeka.com. Pemerintahan juga menyediakan portal web terkait berita dan artikel kegiatan instansi seperti kemenkeu.go.id atau djkn.kemenkeu.go.id. Portal web adalah situs web yang digunakan untuk tujuan tertentu dan mengarahkan pembaca supaya melihat, membaca, dan berinteraksi dengan informasi pada situs website tersebut. Penyediaan portal web yang dilakukan instansi pemerintah merupakan sebuah bentuk transparansi terkait kegiatan yang dilakukan oleh instansi tersebut dan sebagai upaya membangun citra positif bagi instansi pemerintah.

Penulisan berita pada portal web tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dalam menulis berita pada portal web adalah cara kerja penyebaran informasi yang cepat, jangkauan penerima informasi yang luas, informasi atau data lama dapat diakses, aksesibilitas yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, kemudahan dalam mencari sumber informasi yang relevan, serta penggunaan yang praktis dan fleksibel. Sedangkan kekurangannya adalah konsekuensi bobot informasi yang diberikan tidak selalu komplit karena lebih mengutamakan aktualitas. Menanggapi hal tersebut, sebagai penyedia informasi atau data harus memberikan infomasi yang akurat dan aktual. Dalam proses komunikasi, pesan yang akan disampaikan kepada komunikan menyangkut teknik transmisi agar mengenai sasarannya dan mencapai tujuan. Sehubungan dengan itu, Wilbur Schramm, seorang ahli kenamaan dalam bidang komunikasi, dalam karyanya ’’How Communication Works” menyatakan sebagai berikut;

“Pesan hendaknya dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian sasaran yang dimaksud. Pesan hendaknya menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran sehingga sama-sama dapat dimengerti. Pesan hendaknya membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhannya itu. Pesan hendaknya menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan yang layak bagi situasi kelompok tempat sasaran berada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.” (Effendi, 1990:143)

Namun dalam upaya penerapan tersebut, komunikasi massa dengan media digital seperti portal web memiliki sifat satu arah sehingga tidak memungkinkan bagi kita untuk mengetahui secara langsung tanggapan pembaca terhadap berita yang disampaikan. Oleh karena itu, penulis harus membuat berita secara matang dan akurat. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menulis berita akurat:

1.    Menemukan peristiwa maupun kejadian untuk dijadikan berita.

Berita berisi peristiwa maupun kejadian yang sifatnya aktual serta penting untuk disebar luaskan, misal: peritiwa atau kejadian kebakaran, bencana alam, serta kejadian mendadak lainnya yang menarik perhatian umum. Jika tidak peritiwa maupun kejadian maka perlu dilakukan pencarian kegiatan-kegiatan maupun peristiwa atau kejadian unik yang muncul di kalangan masyarakat, seperti berita mengenai pejabat yang blusukan ke pasar tradisional.

2.    Pencarian Sumber Berita

Ketika peristiwa atau kejadian yang akan dijadikan sebagai berita telah ditemukan, maka penulis berita perlu mencari sumber informasi yang tepat agar supaya isi berita akurat, mislanya berita tentang pencurian, perampokan, kecelakaan dan lain-lain. Maka dari itu, untuk mendapatkan informasi yaitu dengan melakukan wawancara dengan pihak kepolisian terkait, saksi mata, atau warga setempat/sekitar.

3.    Wawancara, Observasi dan Dokumentasi

Melakukan wawancara perlu dilakukan untuk mendapatkan fakta mengenai peristiwa maupun kejadian yang terjadi, data korban, tempat kejadian/kronologi kejadian serta data korban dan proses kejadian. Wawancara dilaksanakan melalui tanya jawab dengan sumber informasi. Observasi dilakukan dengan dengan mengamati gejala yang tampak di lokasi kejadian. Sedangkan dokumentasi dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan data yang bersumber dari buku, atau dokumen lainnya.

4.    Mencatat Hal-hal Penting

Dalam proses pencarian informasi perlu dilakukan pencatatan hal-hal yang penting berkenaan dengan berita yang akan ditulis. Dalam pencatatan penulisan berita dapat dipandu dengan pertanyaan 5W+1H yakni:

what: peristiwa apa yang terjadi.

who: siapa yang terlibat dalam. peristiwa maupun kejadian tersebut.

where:  dimana peristiwa maupun kejadian tersebut terjadi.

when: kapan peristiwa maupun kejadian tersebut terjadi.

why: mengapa peritiwa atau kejadian tersebut terjadi.

how: bagaimana proses terjadinya peristiwa maupun kejadian.

5.    Membuat Kerangka Berita

Kerangja berita adalah merupakan gambaran kasar bagaimana informasi yang telah dikumpulkan tersebut akan diramu dalam sebuah laporan berita. Berita terdiri dari 3 (tiga) unsur yakni judul, teras, serta kelengkapan atau penjelasan berita. Model berita yang ditulis juga bisa berupa berita langsung  yang mengemukakan unsur 5W+1H pada awal paragraf (biasanya di alenia kesatu dan kedua) atau juga berita tidak langsung yang mengemukakan unsur 5W+1H pada pertengahan hingga akhir paragraf.

6.    Menulis Teras Berita

Teras berita adalah merupakan alenia pertama sebuah berita. Teras berita sebaiknya dibuat diringkas, serta sebaiknya diawali dengan unsur who (siapa) dan what (apa). Sesuaikan struktur penulisan dengan kaidah bahasa Indonesia yaitu SPOK (Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan). Untuk berita mengenai peristiwa maupun kejadian yang akan terjadi, unsur waktu dan tempat biasanya ditempatkan di bagian akhir paragraf. Gunakan seminim mungkin kutipan atau pertanyaan pada teras berita.

7.    Menulis Isi Berita

Isi berita adalah merupakan detail informasi yang ingin disampaikan dalam sebuah berita. Isi berita ditulis setelah teras berita. Dalam penulisan isi berita sebaiknya disusun dalam paragraf-paragraf pendek yang berisi 3 hingga 5 kalimat. Usahakan pula agar setiap paragtaf hanya berisi satu ide. Paragraf tang pendek serta hanya berisi satu ide akan mendorong pembaca untuk melanjutkan membaca serta memudahkan pembaca untuk melakukan pemindaian.

8.    Penyuntingan Berita

Penyuntingan berita dilakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan penulisan informasi yang mungkin terjadi, seperti ejaan (nama, lokasi, dan lainnya), tata bahasa, makna kalimat, pembedaan opini dengan fakta. Dalam penulisan berita yang akan di publikasikan juga harus memperhatikan agar tidak melanggar kode etik jurnalistik. Setelah melakukan revisi sebaiknya di baca kembali berita yang akan dibuat, kemudian revisi lagi, baca lagi, serta revisi lagi berulang kali hingga benar-benar yakin bahwa berita yang ditulis tidak memiliki kesalahan.

9.    Tidak Mengandung Fitnah, Hasutan, dan Kebohongan

Konten berita yang dipublikasikan harus memberikan kemanfaatan serta perlindungan terhadap publik. Dalam menulis konten berita dilarang mengandung hal-hal yang bersifat fitnahan, hasutan, menyesatkan, serta berisi kebohongan atau hoax. Dalam menulis serta mempublikasikan berita harus diperhatikan agar isi berita tidak merugikan serta menimbulkan dampak negatif di masyarakat.

10.  Tidak Menonjolkan Unsur Kekerasan, Seksulitas, Perjudian, Penyalahgunaan Narkotika dan Obat Terlarang.

Berita yang dibuat dan disiarkan kepada publik untuk mempertimbangkan munculnya kemungkinan ketidaknyamanan publik, memperhatikan privasi, serta melakukan penggolongan siaran untuk kepentingan anak. Oleh sebab itu, juga diatur agar dalam pembuatan dan penyiarannya dilakukan pembatasan terhadap unsur yang bermuatan seksual, kekerasan, narkotika dan sejenisnya, dan perjudian serta lainnya.

11.  Tidak Mempertentangkan Suku, Agama, Ras atau Golongan.

Dalam penulisan berita diwajibkan menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Baik itu kelompok golongan berdasarkan perbedaan budaya, usia, gender maupun sosial ekonomi. Dalam mewujudkan penghormatan, dalam penulisan berita dilarang mengandung konten yang sifatnya merendahkan, mempertentangkan atau melecehkan suku, agama, ras, dan golongan tertentu. Ketika menyiarkan berita mengenai peristiwa konflik sekalipun, penulis berita diwajibkan untuk menjaga independensi dan netralitas.

12.  Tidak Merendahkan Nilai-nilai yang Berlaku dalam Masyarakat.

Berita yang dibuat serta diaiarkan kepada publik untuk mempertimbangkan munculnya kemungkinan ketidaknyamanan publik. Oleh karena itu, dalam dalam penulisan berita yang akan disiarkan kepada publik perlu menunjukkan sikap menghormati nilai dan norma, kesopanan, serta kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat. Penulis berita harus menunjukkan sikap penghormatan terhadap perbedaan nilai yang ada dalam berita yang dibuatnya.

13.  Tata Bahasa dan  Kosokata

Dalam Penyusunan Kalimat gunakan tata bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia atau SPOK. Gunakan kata ganti orang ketiga dalam menggambarkan peristiwa. Dalam penyusunannya lebih baik menggunakan kalimat aktif dibanding kalimat pasif.

14.  Tanda Baca dan Struktur Kalimat

Tanda baca diperlukan untuk melakukan pemenggalan kalimat. Pastikan meletakkan tanda baca dengan baik, yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia serta tidak merusak makna kalimat. Hindari kalimat panjang (maksimal 16 kata). Sebab susunan kalimat yang pendek akan lebih mudah dimengerti dan enak dibaca dibanding kalimat yang panjang.

15.  Kutipan dan Atribusi

Kutipan diperlukan untuk memperkuat, menegaskan atau memberi fakta dalam berita yang dituliskan sedangkan atribuso diperlukan dalam berita yang bersifat opini.

Sedangkan dalam menulis berita cepat, terdapat beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan, sebagai berikut.

a.    Memperhatikan dengan seksama kegiatan/peristiwa yang sedang diikuti.

Ikuti kegiatan secara teliti dan seksama, maka kita akan mudah dalam menulis berita karena informasi yang diberikan akan mudah dituangkan ke dalam tulisan.

b.    Membuat poin-poin penting yang harus disampaikan dalam berita.

Buatlah poin-poin penting pada kegiatan yang sedang diikuti/diamati, maka penulisan pada setiap paragrafnya akan lebih mudah dituangkan.

c.    Tidak menunda-nunda waktu menulis berita.

Jangan menunda dalam menulis berita, karena semakin cepat berita disebar semakin cepat pula informasi yang diterima pembaca.

d.    Menentukan angle berita.

Tentukan isu apa yang akan diangkat dalam satu berita tersebut, sehingga isi berita akan terarah.

e.    Menyusun berita menggunakan teori piramida terbalik.

Susunlah berita menggunakan teori piramida terbalik, di mana paragraf pertama diisi dengan informasi utama yang paling penting, dilanjutkan dengan body berita yang berisi informasi-informasi penting, dan diakhiri dengan paragraf yang berisi informasi umum terkait kegiatan tersebut.

Selain langkah-langkah tersebut, dalam penulisan berita harus tetap memperhatikan kaidah penulisan yang baik dan benar. Langkah-langkah dalam menulis berita tersebut harus selalu diperhatikan untuk menjadi sebuah berita yang akurat dan aktual dalam memenuhi kebutuhan informasi pembaca.

Namun, berita yang akurat dan aktual masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Berita yang akurat memiliki kelebihan yaitu informasi yang diberikan sangat lengkap, tetapi pembahasan pada berita akan terlalu panjang dan mengakibatkan pembaca merasa jenuh atau tidak tertarik. Sedangkan berita yang ditulis secara cepat memiliki kelebihan dalam hal keringkasan dan kemudahan untuk dipahami. Tetapi berita yang ditulis cepat dapat pula memiliki risiko typo atau salah dalam serta isi berita yang kurang mendalam. Jadi, kamu pilih berita yang akurat atau cepat?

Dalam literatur jurnalistis ada jenis-jenis berita yakni sebagai berikut.

1)    Straight news (berita langsung)

Straight news adalah merupakan jenis berita yang ditulis secara singkat, padat, dan lugas. Halaman depan surat kabar dan situs berita (news site, online media) sebagian besar berisi straight news.

Straight news dibagi lagi menjadi dua jenis berita, yaitu:

a)    Hard news adalah merupakan berita keras, serius, hangat, heboh, kadang menegangkan, mengerikan, mengagetkan, seperti berita politik atau bencana.

b)    Soft news adalah merupakan berita ringan, tidak terlalu serius, seperti berita selebritis, info artis, kabar dari dunia hiburan, wisata, peluncuran produk baru.

2)    Opinion news (berita opini)

Opinion news adalah merupakan berita yang berisi pendapat, analisis, komentar atau pernyataan seseorang tentang sebuah peristiwa atau isu aktual. Wartawan biasanya memberitakan pendapat atau pernyataan pejabat, pakar, pelaku, korban, atau saksi suatu kejadian maupun kasus.

3)    Interpretative news (berita interpretasi)

Interpretative news adalah merupakan berita yanh dikembangkan dengan pendapat atau penelitian yang dilakukan oleh wartawan. Ringkasnya, laporan peristiwa yang dilengkapi dengan interpretasi atau penilaian. Jenis berita ini adalah pengembangan berita langsung yang ditambah atau dilengkapi denhan berbagai informasi yang mendukung isu tersebut, misal: berita mengenai banjir dilengkapi dengan komentar pakar lingkungan dan masyarakat.

4)    Depth news (berita mendalam)

Depth news disebut juga depth reporting adalah merupakan berita yang lebih lengkap dan lebih detail dari berita straight news. Berita mendalam dikembangkan dengan menggali fakta atau fata baru dengan penekan unsur why dan how. Biasanya jenis berita ini menjelaskan mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi, bagaimana dampaknya, dan apa yang haris dilakukan. Depth news juga merupakan pengembangan dari berita lama yang masih belum selesai serya dinilai perlu ditindaklanjuti untuk mendapat info baru dengan cara mewawancarai berbagai pihak yang terkait dengan berita lama.

5)    Investigation news (berita investigasi).

Berita investigasi lebih lengkap dan mendalam dari depth news. Berita Investigasi dikembangkan berdasarkan penelitian ataupun penyelidikan yang dilakukan dari berbagai macam sumber. Berita investigasi ditulis berdasarkan penyelidikan. Data-data yang cari atau diperoleh dari berbagai sumber. Berita investigasi ini biasanya mengungkap sebuah peristiwa yang misterius atau penh teka teki karena banyaknya fakta yang tidak teringkap atau ditutupi.

Untuk dapat dipublikasikan di media, sebuah berita harus memenuhi karakteristik yang dikenal dengan "nilai-nilai berita".


Contoh Teks Berita 1

Judul: "Pemadaman Listrik Melanda Wilayah Jakarta Selama 3 Jam"

Lead: Pada Senin malam, sebagian besar wilayah Jakarta mengalami pemadaman listrik selama 3 jam akibat gangguan di saluran distribusi utama PLN. Pemadaman ini menyebabkan sejumlah masalah dan ketidaknyamanan bagi warga.

Tubuh Teks:

-       Pemadaman listrik dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Beberapa daerah yang terdampak termasuk Sudirman, Thamrin, dan sekitar area Senayan. Banyak gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan terpaksa tutup lebih awal karena minimnya pasokan listrik.

-       Menurut keterangan dari PLN, pemadaman disebabkan oleh gangguan pada trafo utama di area Kebon Sirih. Tim teknis PLN segera dikerahkan untuk memperbaiki masalah tersebut, dan listrik dapat pulih kembali pada pukul 23.00 WIB.

Kutipan: Seorang warga di daerah Sudirman, Ahmad, menceritakan pengalamannya saat pemadaman itu terjadi. "Sangat merepotkan karena tiba-tiba listrik padam. Saya harap PLN bisa lebih memperhatikan kualitas pelayanan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," ungkapnya. Penutup: Pemadaman listrik yang terjadi selama 3 jam ini menyebabkan kerugian ekonomi bagi beberapa usaha dan merugikan warga yang terjebak dalam kegelapan. PLN berjanji akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sumber: PLN Jakarta

 

Contoh Teks Berita 2

Judul: Kilas Balik Kasus Pembunuhan Vina Cirebon, Kronologi hingga Rekayasa Kematian

Lead: Perjalanan delapan tahun kasus kematian Vina Dewi (16), perempuan asal kampong Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, diwarnai teka-teki sejak peristiwa terjadi pada 27 Agustus 2016.

Tubuh Teks:

-   Delapan pembunuh Vina itu ditangkap pada 31 September 2016. Sedangkan ketiga pelaku  sampai saat ini belum tertangkap dan sadah masuk dalam daftar pencarian orang (DP).

-   Para pelaku yang ditangkap itu dijerat Pasal 338, 351, 170, dan 285 KUHP dengan ancaman penganiayaan dan pemerkosaan serta Undang-Undang Perlindungan Anak.

-       Vina ditemukan di lokasi tidak jauh dari mayat kekasihnya, Eki yang juga menjadi korban kebrutalan geng motor. Ketika itu, Eki masih berusia yang sama dengan Vina yakni 16 tahun.

Kutipan:

-     Pernyataan itu disampaikan Pengacara Hotman Paris ketika bertemu dengan keluarga Vina di salah satu mal kawasan Grogol, Jakarta Barat pada Kamis (16/5/2024).

"BAP itu ada ya dan yang jadi imbauan kami kepada Bapak Kapolri ini ada sesuatu yang tidak beres di penyidikan awal," kata Hotman.

-      "Asumsi pertama saat itu adalah kejadian lakalantas. Setelah itu, kami mendapat informasi dari rekan korban bahwa korban belum tentu mengalami kecelakaan lalu lintas," kata AKBP Indra Jafar (Kapolres Cirebon Kota pada saat itu)

Penutup: Kasus Vina terbongkar berdasarkan kecurigaan pihak keluarga dan juga petugas kepolisian dari luka di sekujur tubuh Vina yang sangat parah.

Sumber: kompas.com

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Effendy, O. U. (1990). Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Keepengasih. (2020). Cara Menulis Berita. pengasih.kulonprogokab.go.id.

https://megapolitan.kompas.com/read/2024/05/17/14251011/kilas-balik-kasus-pembunuhan-vina-cirebon-kronologi-hingga-rekayasa?page=all.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESALAHAN DALAM PENGGUNAAN BAHASA JURNALISTIK

KODE ETIK JURNALISTIK